Inilah Indonesia

04 April 2020, 18:20

Negara Kesatuan Republik Indonesia, ya NKRI. Tanah air tercinta tempat dimana saya dilahirkan dan dibesarkan hingga saat ini.

Negara yang memiliki 17.499 pulau dari Sabang hingga Merauke. Luas total wilayah Indonesia adalah 7,81 juta km2 yang terdiri dari 2,01 juta km2 daratan, 3,25 juta km2 lautan, dan 2,55 juta km2 Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE). (Sumber : www2.kkp.go.id)

Negara dengan populasi tertinggi ke 4 dengan total jumlah penduduk mencapai 268.074.600 juta jiwa, 3.52% dari 
penduduk dunia. (Sumber : https://id.m.wikipedia.org/wiki/Daftar_negara_menurut_jumlah_penduduk)

Negara yang terkenal dengan Rempah-rempah, Keramahtamahan, dan tentunya ke Bhinnekaan-nya.

Negara yang beberapa waktu lalu dinobatkan sebagai negara maju oleh AS.

Dibalik semua kehebatan-kehebatan negara kita tercinta kadang banyak polemik, pro dan kontra karena ya inilah indonesia dengan segala kebhinekaan-nya.

Tapi, perbedaan pendapat harusnya dapat disikapi dengan baik. Karena negara ini negara yang mempunyai undang-undang yang salah satunya berisi tentang hak untuk mengemukakan pendapat. (Jangan tanya saya, Saya tidak tau undang-undang, pasal, atau ayat berapa. Tapi selama saya sekolah pada pelajaran Ppkn saya pernah baca tentang aturan tersebut)

Menjadi seorang pemimpin negara tidak mudah, terlebih lagi di indonesia.

Banyak sekali tantangan. Pemilihan presiden sudah usai, bahkan calon nomor urut 1 dan 2 sudah saling bahu membahu dibidangnya, nomor urut satu sebagai Presiden, dan nomor urut 2 menjadi salah satu menteri di kabinet yang sekarang sedang bertugas. 

Tapi akar dari pendukung masih saja panas, masih saling berbalas dengan kata cebong ataupun kardus dan sebagainya. Ini tentu menyedihkan bagi saya pribadi.

Yang lebih menyedihkan lagi ialah,
Beberapa bulan lalu ada kabar dari negeri tiongkok bahwa disalah satu daerah di tiongkok terdapat virus,yang cepat sekali menyebar kepada warga daerah tersebut hingga orang disana menyentuh angka ribuan yang terproteksi positif virus tersebut. Virus yang sekarang diberi nama COVID 19.

Negara-negara tetangga sudah mulai mengantisipasi merebaknya virus tersebut dinegaranya mulai dengan pembatasan penerbangan dan sebagainya, tetapi apa yang dilakukan Indonesia? Ya betul, menggelontorkan dana puluhan juta bahkan milyaran untuk menarik wisatawan untuk datang ke Indonesia. 

Tidak salah memang menarik wisatawan untuk berkunjung ke Indonesia, tapi tidak dibenarkan juga. disaat negara lain bersiap untuk mengantisipasi virus tersebut, negara kita malah membuka bahkan menarik wisatawan yang mungkin bisa saja membawa virus tersebut.

Karena virus ini amat sangat merugikan semua kalangan, mata pencaharian semakin tidak jelas akibat adanya virus ini.

Tapi sayang sekali yang lebih parah lagi, banyak dari orang-orang penting di negeri ini menganggapnya seperti bercandaan. Saya kutip dari beberapa orang saja.

"Orang Indonesia, Kebal terhadap Corona gara-gara sering makan nasi kucing" 

"RI, Satu-satunya negara besar di Asia yang tak terkena Corona"

"Mengapa di Indonesia Belum Terdeteksi Virus Corona? Menkes: Karena Doa"

(Sudah cukup 3 saja saya beri contoh ya, sebetulnya banyak lagi tapi saya males ngetiknya)

Pernyataan-pernyataan tersebut seharusnya tidak keluar dari orang-orang penting di negeri ini, Optimis boleh saja. Tapi disini terkesan malah menyepelekan.

Ya, Inilah Indonesia. 

Dengan segala kekurangan dan kelebihannya.

Sekarang, Pemerintah sedang berusaha sebaik mungkin untuk segera menyembuhkan tanah air ini, tanah air kita semua dari virus yang sudah menyebar di negara ini. 

Mari kita batu dengan berdiam diri dirumah untuk memutus mata rantai virus tersebut. Jangan lupa cuci tangan setiap waktu.

Terimakasih.

Comments

Popular Posts